Pada Konsili Laodikea (364 M), para pemimpin gereja memutuskan untuk tidak memasukkannya karena dianggap tidak selaras dengan doktrin umum dan keaslian penulisnya diragukan.
Scholarly significance
Discusses the ultimate fate of the righteous and the wicked.
Pada Konsili Laodikea (364 M), para pemimpin gereja memutuskan untuk tidak memasukkannya karena dianggap tidak selaras dengan doktrin umum dan keaslian penulisnya diragukan.
Scholarly significance
Discusses the ultimate fate of the righteous and the wicked.